twitter

Pages

Minggu, 10 Mei 2009

Liputan : Mom & Me Cake Decoration Competition

Pada tanggal 16 April 2009, Tristar Culinary Institute mengadakan Acara Mom & Me Cake Decoration Competition untuk memperingati hari jadi kota Surabaya. Acara yang bertempat di Royal Plaza Surabaya ini diikuti oleh 75 orang peserta.
Sebanyak 75 tim yang terdiri dari ibu dan anaknya berlomba-lomba menghias Cake untuk memenangkan hadiah utama sebesar Rp. 750.000,- Tidak sedikit peserta yang membawa alat bantu hias yang sudah dipersiapkan sebelumnya sebelum lomba dimulai.
Acara ini dimulai pada pukul 12.00 dan kemudian dilanjutkan dengan acara Grand Cooking Class.






Kamis, 23 April 2009

Kids Cooking Competition - Lomba Memasak Untuk Anak Anak


Membuat  Chicken Cordon Blue dan Chicken Roll

          UPAYA meramaikan Festival Kuliner Nusantara di Ciputra World Surabaya (CWS) Jl Mayjen Sungkono 87 Surabaya, Minggu (27/04), banyak agenda yang telah disiapkan panitia. Di antaranya dihelat lomba makan (untuk melestarikan makanan tradisional), kids cooking competition (memasak dengan menggunakan US Potato) dan pameran aneka makanan tradisional dari seluruh Indonesia.

          Khusus untuk lomba Kids Cooking Competition,  pihak Tristar Culinary Institute (TCI) mendapat kepercayaan dari panitia untuk terlibat langsung dalam perhelatan itu. Tema yang diusung dalam Kids Cooking Competition adalah ”Memasak dengan Menggunakan US Potato”. Pasalnya, US Potato juga berpartisipasi aktif dalam gelaran tersebut dengan mengambil subtema Surabaya US Fries Festival.

Liputan Acara: Love & Crazy Cake Decoration Competition







Pada tanggal 21 Febuari 2009 Tristar Culinary Institute mengadakan Chocolate Cake Competition yang bertempat di Royal Plaza. Ide acara ini didasari pada hari valentine yang jatuh pada 14 febuari 2009 bertujuan untuk memancing kreativitas para peserta dalam mendesain kue coklat.

Sebanyak 18 tim (setiap tim terdiri atas 2 orang) yang terdiri dari golongan umum dan pelajar turut berpartisipasi dalam kompetisi ini. Para peserta sudah membawa coklatnya masing-masing dalam kompetisi ini. Jadi, begitu perlombaan dimulai peserta hanya cukup menghiasnya dengan bahan-bahan yang mereka bawa sendiri.

Dalam lomba menghias cake ini, para pengunjung diperbolehkan untuk masuk ke arena dan bertanya-tanya kepada para peserta. Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri kepada para peserta karena para pengunjung dijamin akan mengganggu konsentrasi mereka.
Tetapi, para peserta tampak ramah dan tersenyum dalam menjawab setiap pertanyaan pengunjung.

Setelah acara kompetisi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi lelang kue. Jadi, kue yang sudah dibuat oleh para peserta dijual kembali dengan sistem lelang. Harganya juga sangat murah. Lelang ini dimulai dari harga 5000 rupiah, dengan kenaikan sebesar 5000 rupiah juga. Semua orang diperbolehkan untuk ikut serta dalam acara lelang. Sesi lelang ini benar-benar panas. Semua pemegang tiket untuk sesi lelang berebut kue coklat yang harganya miring.


0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 150px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 200px" alt=""

Senin, 19 Januari 2009

Pemecahan Rekor Muri

Pada hari sabtu, 17 Januari 2009 yang lalu ada yang tidak biasa di City of Tomorrow. Semenjak pagi hingga menjelang siang banyak anak-anak yang datang mengenakan celemek dan topi koki. Mereka ada yang didampingi oleh orang tua ada pula yang didampingi oleh guru mereka. Wajah mereka sangat bahagia dan penuh dengan tawa namun ada juga beberapa dari mereka yang menangis.
Mereka hadir di City of Tomorrow untuk mengikuti kegiatan pemecahan rekor muri "Menghias Tart oleh Paud Terbanyak" yang diadakan oleh Tristar Culinary Institute bekerjasama dengan Hypermart, Cito, dan Himpaudi.



Anak-anak tersebut dengan tertib menuju meja dan kursi yang sudah disediakan menurut nomer peserta yang didapat. Tart dan donat beserta perlengkapan menghias yang diletakkan di atas meja membuat para anak tidak sabar. Saat waktunya dimulai, mereka langsung menghias tart dan donat tersebut dengan butter cream, meses, dan coklat berwarna-warni.Coklat dan meses tidak hanya menempel di tart dan donat yang didapat saja namun juga menempel di pinggiran mulut dan celemek anak-anak. Tidak mengherankan karena disamping menghias tart dan donat tersebut, sesekali anak-anak tersebut memakan meses dan coklat yang digunakan untuk menghias. Tentunya kegiatan tersebut tidak terlepas dari pengawasan dan bimbingan dari guru pendamping mereka. Menjelang siang sudah banyak di antara mereka yang sudah selesai menghias tart dan donat yang mereka dapat. Muri sendiri telah mencatatkan Tristar, Hypermart, Cito, dan Himpaudi untuk pemecahan rekor "Menghias Tart oleh Peserta Terbanyak" . Total anak-anak yang dihitung oleh muri dalam pemecahan rekor ini adalah 1031 anak.

Bukanlah sebuah hal yang mudah untuk mengadakan pemecahan rekor muri. Banyaknya persiapan, dana, serta rencana yang matang dilakukan untuk mengadakan acara yang sangat luar biasa dan sangat istimewa ini. Namun semua itu terbalas dengan senyum dan tawa anak-anak yang dengan riang mengikuti kegiatan in
i.

Ribuan PAUD Hiasi Kue Tart Raih Rekor Muri.

Rekor Muri Tristar Culinary Institute: Menghias Kue Tart Terbanyak.
Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya

Surabaya - Bila selama ini anak-anak hanya menjadi subyek sebagai pemakan kue, maka di acara menghias kue tart yang digelar di City of Tomorrow (CITO), anak-anak dilibatkan dalam menghias kue. Istimewanya, acara itu mendapatkan rekor MURI dengan kategori menghias tart dengan peserta terbanyak yakni 1.031 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Dengan kegiatan ini kami ingin anak-anak merasa dilibatkan dalam proses pembuatan makanan," ujar Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Surabaya, Ivonne Adrika kepada wartawan di CITO, Sabtu (17/1/2009).

Ivonne menambahkan bahwa selain bisa melatih psikomotorik halus pada anak-anak, kegiatan itu juga bisa mengembangkan kreativitas anak selain tentu saja kegembiraan pada mereka karena diberikan kepercayaan untuk mengekspresikan diri.

Dengan asyiknya para bocah itu memberikan pasta berwana-warni di atas kue tart yang telah disediakan. Sementara yang lain juga asyik menempelkan butiran permen berwarna-warni sebagai hiasan kuenya.

"Anak-anak yang berpartisipasi itu berasal dari TK dan kelompok bermain di Surabaya dan Sidoarjo," tambah Ivonne.

Sementara itu Presiden Direktur Tristar Culinary Institute, Juwono Saroso, sebagai salah satu penyelenggara acara mengatakan kue tart yang dihias oleh anak-anak itu telah menghabiskan 1.500 butir telur, 120kg tepung sponge, 200 kg butter cream dan berbagai bahan kue lainnya. Kue sebanyak itu diproduksi oleh crew Hypermart City of Tommorow 24jam nonstop sebelum acara dimulai.

Piagam MURI sendiri diberikan langsung oleh Manager MURI, Sri Widayati, kepada empat institusi penyelenggaranya yakni Tristar Culinary Institute, CITO, Hypermart CITO dan Himpaudi. Acara itu tercatat di MURI sebagai rekor yang ke 3.556

Sabtu, 17 Januari 2009

Rekor Muri Tristar Culinary Institute: Hias Tart Terbanyak

Tristar Culinay Institute kembali membikin heboh Surabaya. Kali ini mengusung 1.031 anak-anak PAUD (TK dan Playgroup) dengan menghias 1031 kue tart di Atrium City of Tomorrow (CITO), Surabaya, Sabtu 17 Januari 2009.
Prestasi ini dicatatkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI) karena peserta menghias kue tart ini jumlahnya sangat fantastis dan kue yang dihias juga dalam jumlah yang sangat besar.

Anak-anak usia dini yang biasanya hanya menjadi subyek makan kue, kini dilibatkan menghias kue tart yang menghabiskan 1500 butir telur, 120kg tepung dan 200kg butter cream, dan bahan kue lainnya.
“Kami sering mengadakan acara semacam ini di plasa-plasa, tetapi yang terbanyak ya baru kali ini. Mudah-mudahan ini bermanfaat,” President Direktur Tristar Culinary Institute, Ir Juwono Saroso, di Atrium City of Tommorow.

Gambar : Presiden Directur Tristar Culinary Institute Bpk. Ir Juwono Saroso sedang menerima penghargaan rekor dari MURI



Tristar Culinary Institute Sebagai Sekolah Kuliner di Surabaya, mengadakan acara ini dengan tujuan untuk mengenalkan dapur & memasak kepada anak anak sejak Usia Dini. Memasak adalah suatu kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan di dapur adalah bisa mengembangkan Kreativitas Anak.
Anak bebas berekspresi, memadukan warna & memberi hiasan pada kue Tartnya. Melatih Psikomotorik halus pada anak anak.
Selain mengenalkan kegiatan memasak, Kegiatan ini juga bertujuan menunjukkan bahwa Profesi Chef (Koki) adalah profesi yang bisa
dibanggakan. Banyak Prestasi yang bisa diraih dari kegiatan Masak Memasak.



Peserta kegiatan ini adalah anak anak Pendidikan Usia Dini (PAUD),
dari berbagai sekolah kelompok bermain (playgroup). TK & SD, yang dikoordinir oleh HIMPAUDI Surabaya & Sidoarjo & Hypermart City Of Tommorow.

Ini dia beberapa foto dari adik-adik kita yang ikut meramaikan Event menghias Tart Terbanyak yang diadakan di City of Tomorrow pada tanggal 17 Januari 09. Asyiknya bergaya menjadi koki cilik ^^










Oleh: Ir Juwono Saroso
Presiden Direktur Tristar Culinary Institute.
Jln. Raya Jemursari 234 Surabaya.
Hp 0818317838 – 031-70022988