twitter

Pages

Jumat, 05 November 2010


Dapur Tristar Culinary Institute

Di Tristar Culinary Institute, masakan Amerika (American Food) merupakan salah satu varian kuliner dunia, yang wajib dikuasai para siswa. Selain masakan Amerika, masih ada empat varian kuliner dunia yang juga mesti dipelajari, seperti masakan Indonesia, masakan Asia, masakan Eropa, dan masakan Cina. Kamis (04/11), para siswa diajak belajar bagaimana menyajikan menu kuliner yang ramah di lidah penduduk negeri Paman Sam itu.


Serunya membuat bola-bola William Potatoe

Sebanyak 25 siswa, dalam praktiknya dipecah menjadi 5 kelompok. Setelah sebelumnya mendapat pembekalan materi, masing-masing kelompok mencoba satu resep masakan Amerika, mencakup appetizer (pembuka), sup, dan makanan utama. Namun tidak menutup kemungkinan, para calon jago masak ini juga bisa belajar dari resep yang dikerjakan kelompok lain. Kali ini resep yang coba dipraktikkan adalah Baked Mustard Chicken, William Potatoe, Burrito, Chile Rellenos, dan Spinach n Shrimp Soup.

Mengolah masakan Amerika dengan cara tradisional

Mempersiapkan Baked Mustard Chicken

Memasak American Food, memang jauh berbeda dari memasak Asian Food, atau Indonesian Food, namun tidak jauh berbeda dari cita rasa masakan Eropa. Perbedaan mencolok ada pada bumbu yang digunakan. Menurut Chef Yanuar Kadaryanto, selaku pengajar di kelas kuliner kali ini, American Food lebih anti terhadap penggunaan bumbu-bumbu rempah, yang seringkali jadi ciri khas masakan Indonesia.

“Bahkan kalau boleh saya bilang, American Food cenderung hambar. Mereka tidak terlalu suka rasa asin atau manis,” terangnya. Alhasil, penduduk negara liberal ini lebih suka memodifikasi masakannya dengan sejumlah tumbuhan rempah lokal, seperti bayleaf, parsley, dan oregano.

Spinach n Shrimp Soup



Chile Rellenos


Meski tidak ‘nendang’ dari segi bumbu, masakan Amerika ternyata nomor satu dalam hal penggunaan bahan baku masakan. Orang Amerika tidak sembarangan memproses dan mengonsumsi daging. Daging untuk dimakan haruslah berasal dari hewan yang sudah dinyatakan layak untuk dipotong, ditandai dengan pemberian stempel pada tubuhnya.


Selain itu, sejak masa pemeliharaan, hewan ternak tidak dibiarkan terlalu banyak bergerak, supaya tubuhnya tidak berotot dan dagingnya mengeras. Hal ini karena penduduk Amerika, mayoritas menyukai taste lembut dan empuk dari daging yang dimakan.




Burrito

American Food : Tak Perlu Kaya Bumbu, Bahan Baku Nomor Satu

Chef Yanuar menjelaskan, daging yang baru disembelih tidak boleh langsung diolah sebagai bahan konsumsi. Setelah isi perutnya dibersihkan, daging harus digantung selama 3-4 hari di ruangan dengan suhu terkontrol.

“Ini dilakukan agar daging melewati masa rigor mortis (kaku mayat). Setelah melewati masa itu, daging akan kembali empuk,” imbuh Chef Yanuar berbagi tips.fil    

Tidak ada komentar: